Notification

×

Iklan

Iklan

Sejarah dan Makna Hari Sumpah Pemuda

Kamis, Oktober 28, 2021 | 11:27 WIB Last Updated 2021-10-31T11:03:10Z

 Sejarah dan Makna Hari Sumpah Pemuda


Sejarah dan Makna Hari Sumpah Pemuda


Sumpah Pemuda merupakan sumpah atau janji yang telah diikrarkan oleh para pemuda di Bumi Pertiwi ini. Bahwasanya sebagai putra-putri Indonesia harus mengakui atas tanah air, bangsa dan bahasa nya.

Dalam Sumpah Pemuda ini para pemuda bersumpah bahwa Indonesia adalah tanah air, tumpah darahnya serta bahasa Indonesia merupakan bahasa yang mempersatukan seluruh tanah airnya.

 Sejarah Sumpah Pemuda

Sumpah Pemuda merupakan intisari dari isi putusan kerapatan pemuda-pemudi Indonesia atau dikenal dengan Kongres Pemuda 1 dan Kongres Pemuda 2, melalui hasil Kongres itulah kita bisa mengenal istilah Satu Tanah Air Satu Bangsa dan Bahasa yakni Indonesia, yang kemudian dikenal dengan nama Sumpah Pemuda Kongres Pemuda 1.

Peranan pemuda dalam pergerakan nasional dimulai sejak berdirinya Budi Utomo tanggal 20 Mei 1908 dalam perkembangan selanjutnya organisasi itu lebih banyak diikuti oleh golongan tua. Oleh karena itu para pemuda selalu ingin menggalang kekuatan yang merupakan pencerminan aktivitas para pemuda.

Kongres Pemuda 1 berlangsung di Jakarta pada tanggal 30 April sampai 2 mei 1926 dalam Kongres tersebut membicarakan masalah pentingnya persatuan bangsa bagi perjuangan menuju kemerdekaan.

Terselenggaranya Kongres Pemuda I tidak terlepas dari adanya Perhimpunan Indonesia,  pada tahun 1925 di Indonesia telah mulai didirikan Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia atau PPPI tetapi peresmiannya baru tahun 1926.

Anggota-anggotanya terdiri dari pelajar-pelajar sekolah tinggi yang ada di Jakarta dan di Bandung, para pemuda ini kemudian sepakat untuk mengadakan kongres pemuda yang berlangsung pada 30 April sampai 2 mei 1926.

Tujuan Kongres Pemuda I ini adalah:

  1. Membentuk badan sentra organisasi pemuda Indonesia
  2. Memajukan paham persatuan kebangsaan
  3. Mempererat hubungan diantara semua perkumpulan pemuda kebangsaan

Kongres Pemuda I ini dihadiri oleh wakil-wakil dari organisasi pemuda di seluruh Indonesia seperti:

  • Jong Java
  • Jong Sumatranen Bond
  • Jong Ambon
  • Jong Batak
  • Jong Minahasa
  • Jong Celebes
  • Sekar Rukun
  • Pemuda Betawi
  • Pemuda Timor

 

Dalam pidato pembukaannya ketua panitia M Tabrani meminta perhatian peserta untuk mencari cara menyatukan semangat nasional di kalangan Pemuda.

Muhammad Yamin menyampaikan tentang bahasa persatuan dalam pidatonya pada tanggal 2 mei 1926 yang berjudul kemungkinan-kemungkinan masa depan, bahasa dan sastra Indonesia. M. Yamin yakin bahwa dari sekian banyak bahasa yang dipakai oleh suku bangsa Indonesia bahasa Melayu dan bahasa Jawa, yang diharapkan menjadi Bahasa persatuan.

Namun M.  Yamin yakin bahasa Melayu lambat laun akan menjadi Bahasa persatuan atau bahasa pergaulan bagi rakyat Indonesia.

Hasil utama yang dicapai dalam Kongres Pemuda 1 itu antara lain:

  • Mengakui dan menerima cita-cita persatuan Indonesia
  • Usaha untuk menghilangkan pandangan adat dan kedaerahan yang kolot, Dll

Jadi para peserta memang menyadari bahwa pada saat itu masih sulit untuk membentuk kebulatan tekad dalam perjuangan mencapai cita-cita nasional.

Kongres Pemuda II

Ide penyelenggaraan Kongres Pemuda II berasal dari Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia sebuah organisasi pemuda yang beranggota pelajar dari seluruh Indonesia.

Kongres Pemuda II berlangsung pada tanggal 27-28 Oktober 1928 dalam 3 tahap rapat.

Rapat ke-1 pada tanggal 27 Oktober 1982 berlangsung di Gedung Katholieke Jongenlingen Bond (GOC) di Waterlooplein yang sekarang Lapangan Banteng. Dalam sambutannya ketua Sugondo Djojopuspito berharap konferensi ini akan memperkuat semangat persatuan di benak Pemuda

Rapat ke-2 pada tanggal 28 Oktober 1982 dipindahkan ke oost-java bioscoop di koningsplein North sekarang Jalan Medan Merdeka Utara. Membahas masalah pendidikan

Rpat ke-3 di Gedung Indonesische Clubgebouw Jl.Kramat Raya 106 sekaligus penutupan rapat. Sunaryo menjelaskan pentingnya nasionalisme dan demokrasi selain gerakan kepanduan

Pada bulan April 1926 telah berlangsug kongres Pemuda I yang bisa dikatakan belum berhasil sesuai dengan yang diharapkan.

Dalam Kongres Pemuda II ini benar-benar dapat memenuhi harapan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Namun Kongres Pemuda I tidak dapat dikatakan gagal total karena telah berhasil meletakkan dasar-dasar persatuan.

Tujuan Sumpah Pemuda adalah sebagai berikut:

  1. Melahirkan cita-cita semua perkumpulan pemuda-pemuda Indonesia
  2. Membicarakan beberapa masalah pergerakan Pemuda Indonesia
  3. Memperkuat kesadaran kebangsaan Indonesia dan memperteguh persatuan Indonesia

Dari rapat pertama hingga rapat ketiga, Kongres Pemuda II ini menghadirkan 15 pembicara yang membahas berbagai tema, diantara pembicara yang dikenal antara lain:

  1. Sugondo djojopuspito
  2. Muhammad Yamin
  3. Siti Sundari
  4. Poernomowoelan  
  5. Sarmidi Mangoenkarso
  6. Sunaryo

Sebelum Kongres Pemuda II para pemuda sudah menggelar kongres pertamanya pada tahun 1926 Tabrani Suryo wicitro Salah satu tokoh penting dari Kongres pertama.

Peserta Kongres pertama sudah bersepakat menjadikan bahasa Melayu bagi bahasa persatuan akan tetapi pada saat itu Tabrani mengaku tidak setuju dengan gagasan Yamin tentang penggunaan bahasa Melayu. Kalau Nusa itu bernama Indonesia, bangsa itu bernama Indonesia maka bahasa itu juga harus disebut bahasa Indonesia dan bukan bahasa Melayu.

Walaupun unsur-unsurnya Melayu setelah Kongres Pemuda II sikap pemerintah kolonial biasa saja Bahkan Van Der Plass seorang pejabat kolonial untuk urusan Negara jajahan menganggap remeh kongres pemuda itu dan keputusan-keputusan nya.

Van Der Plass sendiri menertawakan keputusan kongres untuk menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan, mengingat bahwa sebagian pembicara dalam Kongres itu justru menggunakan bahasa Belanda dan bahasa daerah.

Sugondo sendiri meskipun didaulat sebagai pemimpin sidang dan berusaha menggunakan bahasa Indonesia terlihat kesulitan berbahasa Indonesia dengan baik, akan tetapi apa yang diperkirakan oleh Van Der Plass sangatlah melesat sejarah telah membuktikan kongres itu telah menjadi api yang mencetuskan persatuan nasional bangsa Indonesia untuk melawan kolonialisme.

Dalam Kongres tersebut Muhammad Yamin menuliskan Rumusan Sumpah Pemuda pada secarik kertas yang dibacakan oleh Soegondo dan kemudian dijelaskan panjang-lebar oleh Muhammad Yamin.

Dalam Kongres itu pula untuk pertama kalinya lagu kebangsaan Indonesia Raya ciptaan WR Supratman dikumandangkan di depan banyak orang peserta Kongres teks Sumpah Pemuda juga untuk pertama kalinya diikrarkan di Jakarta pada 28 Oktober 1928.

Setelah mengetahui sejarah Sumpah Pemuda tadi, sekarang Apa sih makna Sumpah Pemuda itu sendiri ?

Sumpah Pemuda merupakan bukti otentik bahwa pada tanggal 28 Oktober 1928 bangsa Indonesia telah dilahirkan.

Proses kelahiran bangsa Indonesia ini merupakan buah dari perjuangan rakyat yang Selama ratusan tahun tertindas dibawah kekuasaan kaum kolonialis.

Kondisi ketertindasan inilah yang kemudian mendorong para pemuda untuk membulatkan tekad demi mengangkat harkat dan martabat hidup orang Indonesia.

Tekad inilah yang menjadi komitmen perjuangan rakyat Indonesia hingga berhasil mencapai kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 1945 sesuai namanya Sumpah Pemuda dirumuskan oleh para pemuda, mereka kemudian menjadikannya sebagai dasar untuk membangkitkan rasa nasionalisme para pemuda yang tidak lagi berjuang sendiri melainkan bersama-sama.

Makna Sumpah Pemuda bagi generasi muda terkandung dalam tiga isi penting momen sejarah yaitu: 

  1. Bertanah air,
  2. Berbangsa,
  3. Berbahasa

Apapun makna dan pengertiannya satu hal yang pasti adalah bagaimana momen ini harus dijadikan titik untuk mempersatukan bangsa Indonesia.

Itulah sejarah dan makna dari Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928.